Daaan ini Kezia lagi. Maaf ya kalo kalian bosen ngeliat saya disini hehehe. Maklumilah, saya senang menulis :)
Saya barusan melototin foto-foto kita dulu di facebook dan di laptop saya. Demi apapun, saya kangen banget. Hidup disini bener-bener beda sama hidup di Tembagapura. Everything change. Dan emang aneh rasanya nggak ngejalanin hari-hari di sekolah tanpa anak-anak TA. Habis saya kan udah kenal kalian selama 12 tahun :((
Inget ga sih, kita pernah rame-rame ke hutan Panorama sama Bu Tirza buat praktek Biology. Bukannya serius ngejalanin tugas prakteknya, malah foto-foto sana sini. Bu Tirza sampe kesel sendiri wahahahah. Terus anak-anak cowo malah main-main pake ranting. Daan tiba-tiba ada bis dateng. Kebetulan bisnya kosong melompong, jadilah satu kelas naik ke bus itu (note: bus di Tembagapura GRATIS TIS TIS, dan sangat aman, nggak kea Metro Mini di Jakarta *masih trauma naik Metro Mini*) dan berhenti di depan sekolah. Pas mau berhenti, si Manfred nyuruh kita mencet semua bell yang ada di dalem bus wahahaha.
Inget ga sih, kita pernah ngetawain Pak A***n karena gatau keju itu apa. Pronouncenya aja keju *ke-nya kea kalo ngebaca kemana gitu* bukannya keju *pronounce ke-nya kea Kezia*.
Inget ga sih, pas pengumuman kelulusan UAN, kita teriak-teriak heboh banget saking senengnya angkatan kita lulus 100%. Bahkan saya, Imel, Amy, dan Pricil sampe teriak ke semua orang di jalanan, ngumumin kalo angkatan kita lulus 100%. Rania sampe traktirin es krim buat anak-anak lokal.
Itu hanya beberapa kisah dari ratusan kisah kita di Tembagapura. Tentu saja, masih banyak banget cerita-cerita kita di sana.
Hidup di Tembagapura itu gampang banget, mau kemana aja bisa, liburan ga pernah ngebosenin karena ada banyak tempat terjangkau yang bisa kita datengin rame-rame. Mau ke air terjun, ayo. Mau ke batbes, silahkan. Mau jalan-jalan ke Hidden Valley atau Panorama, yowes. Mau hiking ke Mile 66, ayo aja *asal kuat fisiknya -.-*. Mau naro dompet dengan sembarangan juga ga bakal ada yang nyuri *ya ga selalu seaman itu juga sih*. Masalah disana pun bisa diselesaikan dengan gampang, besoknya pasti udah lega nggak ada apa-apa. Hidup di Tembagapura itu enak banget lah. Tiap hari happy happy aja. Mana temen-temennya asik-asik lagi, udah kea kakak adek aja kita semua.
Dan setelah saya ditempatkan di tempat seperti ini, sumpah culture shock banget. Ngerasa awkward dan bingung sendiri. Hidup di kota itu... keras banget. Walaupun disisi lain, di kota kan lebih banyak kesempatan untuk meraih prestasi gitu kea ikutan lomba, ikutan organisasi apa gitu, dll. Tetep aja, nothing's better than living a life in Tembagapura. Udah pemandangannya oke banget, tempat hang outnya seru-seru, temen-temennya asik semua, serba ada, serba gampang, serba aman, kurang apa lagi deh. Dan lagi, disini saya menjadi agak jaim, nggak seheboh dan segila dulu. Dulu kan mau ngapain aja boleh bodo amet, dan dulu saya pernah kena sugar rush yang parah banget dan loncat-loncat di ruang agama sambil nyanyi-nyanyi ga jelas dehh -______- sekarang disini ga berani bikin ulah kea begitu, habis takut dianggep aneh. Terus kan kalian juga udah tau saya orangnya kea gimana, orang-orang disini belum terlalu kenal saya, walaupun saya punya temen-temen deket yang emang udah kenal saya banget.
Overall, mau nggak mau kita harus melihat sisi positif dari meninggalkan Tembagapura lah. Soalnya mau gimana pun juga, kita nggak bakal bisa tinggal disana bareng-bareng lagi, kecuali kalo kita semua jadi karyawan PTFI. Paling nggak kita jadi makin concern to each other, makin mandiri, makin dewasa... Dan lebih banyak kesempatan kita untuk meraih prestasi.
no matter what happens, I will always miss you guys! Semoga kita dapat KUMPUR2 lagi suatu saat nanti :")
Auf Wiedersehen!~
Friday, April 15, 2011
Untitled
Posted by TA2010 at 5:57 AM 0 comments
Kisah si Batu Besar
Hari demi hari telah berlalu, bulan demi bulan lewat begitu saja bagaikan jam yang bergulir seiring dengan perpindahan sang mentari di cakrawala. Semua berlalu begitu saja, bagaikan air sungai yang mengalir dari puncak Gunung Nemangkawi. Sungguh aneh rasanya menjadi sesuatu yang hanya dapat menatap dengan bisu, tanpa kata dan tanpa suara. Aku hanya dapat menjadi saksi dalam kesunyian, menjadi bagian dari rekaman kenangan. Aku hanya dapat melihat dan mendengar.
Seiring dengan perjalanan waktu, semua dapat berubah dengan begitu cepat, secepat hari yang berganti menjadi malam. Aku masih ingat semua canda tawa yang keluar dari anak-anak itu. Aku masih dapat merasakan telapak kaki mereka yang menapak diriku dengan penuh semangat dan gairah. Dalam keheningan, aku menyaksikan kedewasaan mereka. Perlahan, telapak-telapak kaki itu tidak lagi mungil.
Aku senang, sekaligus sedih. Anak-anak ini tumbuh dengan pesat. Namun aku tahu, semakin mereka bertumbuh dewasa, semakin dekat hari kepergian mereka dari tempat ini. Dan aku hanya dapat menyaksikan dengan diam. Ingin rasanya aku mengucapkan sepatah kata untuk melepas kepergian mereka, namun apa daya. Aku hanya sesosok batu besar yang bisu.
Dan sekarang, lihatlah aku. Perlahan, aku terkubur dalam tumpukan sampah. Tubuhku dibubuhi coretan-coretan tak bermakna. Tidak ada yang peduli. Anak-anak itu sudah dewasa, dan kini aku hanya menjadi suatu objek yang berdiri dengan tak berdaya di samping jalan. Tak ada lagi yang datang dengan sekumpulan kisah dan tawa ceria. Kini, mereka yang mengunjungiku adalah mereka yang ingin menunjukkan jati diri mereka. Dalam keheningan, aku menelan segumpalan asap rokok dan sampah-sampah yang menjijikan. Tak ada lagi kumpulan kisah dan tawa ceria. Semuanya telah berubah dengan begitu cepat.
Jika saja aku diberikan suara oleh Yang Maha Kuasa, mungkin sekarang aku akan berteriak sekencang-kencangnya. Aku akan meraung di tengah kesunyian kota ini. Aku akan menceritakan kisah-kisah yang dulu pernah kudengar. Aku akan senantiasa mendoakan keberhasilan anak-anak ini. Aku akan mendoakan kebahagiaan mereka, sebab mereka telah berbagi tawa canda kepadaku.
By: Kezia :)
Posted by TA2010 at 5:31 AM 0 comments
Thursday, April 14, 2011
TUNA (Tuineck Amawi)
TUNA (TUINECK AMAWI)
SUUUPPPP PEOPLE!
halo, hihihi ini claudia hihihi. hah gajelas woyyyy saya pengen balik ke tpra :'( huhuhu disini udah lumayan sih, tapi tetep better in tpra :'(
gatau mau nulis apa
pesan2: anak2 jangan lebay yah, jangan ngambek2 soal makanan ato soal pelajaran, ato soal temen. soalnya saya pengeeeeeen banget balik tpra. disini pelajaran ga ada yang bantuin (kecuali kakak saya), gada orang yang peduli kalo kau susah, ga ada orang yang bisa dipercaya, gabisa kemana2, gapunya makanan (-_____-), pokoknya ya gitudeh.
ohya, ada orang (nama samarannya: dodol). dia tuh lebayyy banget, yah walaupun dia baik sama saya, tapi seriousslyyy???!!! ga ada orang yang selebay dialah di dalam dunia. nah, terus dia tuh kayaknya suka sama orang yang saya suka. si dodol ini tuh kayak stalkernya orang yang saya suka -_____- halah agak lebay lah. yah, kadang2 saya ga tahan aja ngeliat post2nya dia lah apa lah, tapi mau digimanain lagi. so i was like, whatever, i dont give a shit no more.
yaudah deh, gatau mau nulis apa lagi,
TOODLES!
Posted by TA2010 at 10:46 AM 0 comments
Hay Tuineckamawi
Hari ini bosen banget ga ada kerjaan,mana besok libur lagi,haduuuuh -_-.Bagi saya ini akan menjadi liburan yang membosankan,pasalnya saya ga kemana mana mana,palingan cuman dirumah tidur.Dulu sih pas saya masih di Tembagapura ga kaya gini,biasanya jalan sama anak anak ke SH,batbes,halte,main bola,dll lah.Kangen banget sama jaman jaman dulu,hahaha.Canda tawa ampe sedih semua kita lewatin bareng,baru sekarang saya ngerasa kehilangan banget temen temen dan sahabat sahabat yang saya sayang banet.haduuuh kangen banget sama kalian :'(
Baca puisinya sambil denger lagu im sailing ok..
Posted by TA2010 at 7:10 AM 0 comments
AMOLE!
Hey! This is Kezia speaking. Well, writing actually. Teehee ;)
So yeah, it's almost been a year since all of us separated from each other by the seas and lands. And we are all surviving the outside world, the world outside our dream town, facing the real life on our own.
I still remember those memories, the days I spent along with these precious people in my class, they are like my brothers and sisters. I know most of them since Kindergarten, and these people have colored my life for more than 12 years. Then of course, it felt strange when I have to begin a new life without them. Even until today, I still feel strange with my new life. I used to live with these people in my class, sharing the same beautiful town and the same memories. Now that I'm here, I'm drowned in a completely new surroundings and people. Even though at some point, life in this new place is better than the old one, I still feel comfortable with my old life style. I always feel safe and content, and even if there's a problem, it would not end up like the problems I have to face in this new place. I'm currently struggling, and at the same time, missing my brothers and sisters who are now miles away far from me. All I want is to hug them all, live my old life, and open those sheets of memories again.
So here's the point: I. MISS. ALL. OF. THE. TUINECK AMAWI. STUDENTS.
And I created this blog to keep us in touch, let every stories documented in here :)
Namaste!
Posted by TA2010 at 5:18 AM 0 comments





